You are hereCiptakan Qori dan Qoriah Terbaik

Ciptakan Qori dan Qoriah Terbaik


Walikota Resmi Buka MTQ ke-23 Tingkat Kota Pontianak

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-23 Tingkat Kota Pontianak resmi dibuka Walikota Pontianak, Sutarmidji, Selasa (2/3) malam di halaman depan Auditorium Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak.
Ketua Panitia MTQ ke-23 Tingkat Kota Pontianak, Abdul Hadi mengatakan tujuan digelarnya kegiatan ini adalah meningkatkan apresiasi minat masyarakat dalam membaca Al Qur’an serta memahami isi dan makna yang terkandung di dalamnya sebagai wujud bakti dan takwa kepada Allah, SWT. “Disamping itu juga untuk mewujudkan insan-insan yang beriman dan bertakwa,” ujarnya.
Menurutnya, MTQ ini diikuti enam kecamatan dengan jumlah keseluruhan qori dan qoriah sebanyak 178 peserta, yang terdiri dari 29 peserta dari Kecamatan Pontianak Tenggara, 30 peserta dari Kecamatan Pontianak Selatan, 28 peserta dari Kecamatan Pontianak Kota, 32 peserta dari Kecamatan Pontianak Barat, 25 peserta dari Kecamatan Pontianak Timur dan 35 peserta dari Kecamatan Pontianak Utara. “Cabang yang akan dipertandingkan sebanyak 18 cabang,” tuturnya.
Sementara itu, Walikota Pontianak, Sutarmidji mengungkapkan penyelenggaraan MTQ ini merupakan program pemerintah yang bersifat nasional yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi sampai dengan tingkat nasional. “Oleh karena itu kegiatan yang dilaksanakan pada malam ini merupakan momentum yang sangat penting dan memiliki nilai strategi dalam upaya menumbuhkembangkan semangat dan minat baca Al Qur’an di kalangan masyarakat,” ungkapnya.
Ditambahkannya lagi, MTQ yang digelar ini guna meningkatkan pemahaman dan pengetahuan pada titik kandungan Al Qur’an untuk dijadikan pegangan dan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari sekaligus mempersiapkan generasi qur’ani yang berkemampuan menerapkan gerakan dakwah Islam.
Walikota menyambut baik dengan digelarnya MTQ ini. “Semoga dengan MTQ ini kita dapat menanamkan kesadaran untuk berprilaku sesuai dengan nilai-nilai Al Qur’an sekaligus menjaga dan menjamin kemurnian Al Qur’an itu sendiri,” harapnya.
Sutarmidji memaparkan sebagaimana diketahui Al Qur’an merupakan mukjizat Allah, SWT yang diturunkan atau diwahyukan kepada Nabi Besar Muhammad, SAW mengandung apa yang berhubungan dengan keimanan, ilmu pengetahuan, kisah-kisah, falsafah, peraturan-peraturan yang mengatur tingkah laku dan tata cara hidup manusia sehingga mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
“Oleh karena itu Al Qur’an sebagai kitab suci umat Islam selayaknya kita berkewajiban untuk mempelajari dan memahami secara mendalam isi dan makna yang terkandung di dalamnya guna diamalkan serta dapat diaplikasikan dalam segala aspek kehidupan dengan sebenar-benarnya untuk menuju kehidupan yang hakiki di akhirat nanti,” jelas Sutarmidji.
Melalui kegiatan MTQ ini, kata Sutarmidji, juga dapat dijadikan momentum evaluasi sejauh mana kualitas kedekatan antara perilaku manusia dengan nilai-nilai moral yang menjadi pesan utama Al Qur’an sehingga seluruh aktivitas kehidupan yang dijalani senantiasa berdasarkan pada nilai-nilai luhur Al Qur’an dalam naungan keberkahan dan keridhoan Allah, SWT.
“Kepada seluruh kafilah yang mewakili dari seluruh kecamatan di Kota Pontianak, saya mengharapkan agar saudara-saudara sekalian dapat mengikuti kegiatan pengembangan MTQ ini dengan sebaik-baiknya, tunjukkan bahwa saudara-saudara adalah utusan terbaik dari setiap kecamatan yang mempunyai kemampuan, pengetahuan dan pemahaman terhadap Al Qur’an,” ucap Sutarmidji memotivasi para kafilah.
Ia juga berharap dengan penyelenggaraan MTQ ini nantinya akan menghasilkan qori dan qoriah, hafiz dan hafizah terbaik dari Kota Pontianak yang akan mewakili Kota Pontianak pada even tingkat provinsi yang akan digelar di Kota Ngabang, Kabupaten Landak pada bulan Mei mendatang.
Dalam kesempatan itu, Walikota juga mengukuhkan kepengurusan LPTQ Kota Pontianak dan mengangkat Dewan Hakim MTQ ke-23 Tingkat Kota Pontianak yang bertugas memberikan penilaian terhadap bacaan dan penampilan seluruh peserta MTQ.
“Saya juga meminta kepada LPTQ Kota Pontianak yang baru saja dilantik untuk segera menyelesaikan dan membenahi padepokan LPTQ supaya dilakukan pembinaan secara kontinyu agar Pontianak kembali menjadi gudangnya qori dan qoriah tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. (12)